Haflatul Imtihan dan Milad ditunda, Masyayikh adakan Haul bersama Santri.

Suren, 08 Maret 2020 miftahululumsuren.sch.id, Seluruh santri putra dan putri dari semua wilayah berkumpul di halaman dalam rangka melaksanakan Haul dan do’a bersama dengan para Masyayikh dan para Asatidz. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai ganti dari kegiatan Haflatul Imtihan yang sementara waktu ditunda, sesuai dengan maklumat yang telah dikeluarkan oleh dewan pengasuh PP. Miftahul Ulum Suren dengan mempertimbangan kondisi saat ini terkait pandemi Virus Corona (COVID-19).

Acara tersebut dibuka dengan pembacaan Tawassul bil-Fatihah oleh KH. Hanafi Mudzhar, pembacaan yasin dilantunkan oleh KH. Abdullah Khozin, tahlil oleh KH. Imam Thabrani dan Sambutan pengasuh oleh KH. Hazin Mudzhar, Mau’idloh Hasanah oleh KH. Hanafi Mudzhar dilanjukan menyampaian taujihat majelis keluarga oleh KH. Miftahul Arifin Hasan dan diakhiri do’a yang dipimpin langsung oleh Gus Ubaidillah Hasan.

KH. Khazin Mudzhar memberi sambutan pembukanya dengan penjelasan terkait alasan dimajukannya liburan santri pada tahun ini , semua itu semata-mata mempertimbangkan bahayanya kondisi dan keadaan saat ini. sehingga mau tidak mau seluruh majelis keluarga dan jajaran pleno mengadakan musyawaroh yang berbuah hasil maklumat terkait dimajukannya liburan santri. selain itu beliau juga berkata “saya berharap kepada seluruh teman-teman santri setelah pulang kerumah senantiasa melanjutkan setiap amaliyah yang telah dilakukan di pesantren, meskipun tidak seratus persen asal jangan sampai tidak (mengamalkan) sama sekali” tutur beliau di depan para santri.  Beliau juga berpesan untuk tetap waspada dan menjaga diri dari pandemi COVID-19 yang begitu mengkhawatirkan “jangan sampai ada santri suren yang menganggap remeh wabah ini, tawakkal boleh tapi harus tetap ikhtiyar, tanpa harus panik ataupun takut” tegas beliau. diakhiri sambutannya beliau mewakili permohonan maaf seluruh majelis keluarga jika selama proses berjalannya belajar ada sesuatu yang tidak semestinya.

Selaras dengan yang disampaikan oleh pengasuh, KH. Hanafi juga menegaskan dalam mau’idloh hasanahnya bahwa seorang santri itu layaknya pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. “Kalau di rumah sakit ya taat sama dokter, tapi kalau sudah sehat dan pulang kerumah melakukan kesalahan lagi, seperti halnya santri di pondok taat pada gurunya, pulang kembali berulah” tutur beliau. beliau juga berharap kepada seluruh santri Suren untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. dengan mengutip dawuh dari Al-Imam Habib Abdullah Al-haddad dalam kitab Risalatul Muawanah beliau mengingatkan seluruh santri yang intinya “Jika kemaksiatan itu dilakukan secara tertutup maka musibah akan menimpa pelakunya sendiri, namun jika dilakukan secara terang-terangan maka menyebarlah musibah itu“. jadi corona itu ya gara-gara orang sekarang sering tebar maksiat, jadi wajar jika penyakitnya menyebar kemana-mana“. jelas beliau. sehingga beliau mengajak seluruh santri selain berikhtiyar menjaga diri harus ikut serta dalam membumikan Amal Ma’ruf dan Nahi Munkar sesuai dengan kemampuannya masing-masing, bisa dengan tangan lakukanlah, bisa dengan perkataan, katakanlah, minimal ingkar terhadap setiap kedholiman yang ada. Pada puncak acara dilanjutkan dengan taujihat majlis keluarga yang disampaikan oleh KH. Miftahul Arifin Hasan serta ditutup dengan doa oleh Gus Ubaidillah Hasan.

5 Komentar pada “Haflatul Imtihan dan Milad ditunda, Masyayikh adakan Haul bersama Santri.”

  1. Semoga pengasuh beserta keluarga besar pondok pesantren miftahul ulum Suren selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu diberikan kesehatan serta kesabaran dalam mendidik santri2.. dan kami semua para santri dan alumni mudah2an selalu teraliri doa yang beliau2 panjatkan setiap waktu padaNya… Aaamiiin 🙏

    1. Aamiin Ya Robbana Aamiin…

  2. Mantap jiwa lur…

  3. Sae kakdintoh….

  4. Semoga segala Amal dan ilmu para guru dan pengasuh pesantren dicatat sebagai catatan shalih oleh Alloh, seluruh Santi dan para alumni senantiasa mendapat keberkahan ilmu dan keberkahan do’a kyai dan ibu nyai yg insya Alloh tidak akan pernah ada habisnya. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *